Narto Drama
Unterstütze Narto Drama mit einem werbefreien Abo. Klicke hier, um zu abonnieren.
0:00 0:00
Ketika Cinta Dibayar dengan Hidup
Episode 22 von 50
Tania Suranta divonis menderita kanker darah berat. Saat mencari donor yang cocok, ia justru mendapati fakta kejam: satu-satunya kecocokan miliknya telah diambil oleh suaminya, Zavin Indrawana, untuk dipakai dalam proyek riset demi mendapatkan dana dari seorang konglomerat. Lebih menyakitkan lagi, Tania menyaksikan sendiri bagaimana Zavin dan asistennya, Selina Ramadani, saling menggoda sambil membanggakan “prestasi” mereka—yaitu merebut sumsum tulang yang seharusnya menyelamatkan nyawa Tania. Dalam keputusasaan, Tania menandatangani surat donasi tubuh. Ia memutuskan menyerahkan dirinya kepada proyek penelitian Zavin, menjadi “guru besar” terakhir bagi ilmu yang pernah ia dukung. Pada hari presentasi hasil penelitian, Zavin membuka kain penutup dan melihat tubuh yang terbaring di meja bedah—itu adalah Tania. Ia seketika runtuh dan berlutut dengan penyesalan yang terlambat. Sementara itu, demi naik posisi, Selina tidak hanya mengambil sumsum Tania, tetapi bahkan melakukan operasi plastik agar mirip Tania, berusaha menggantikan tempatnya di rumah maupun di hati Zavin.
Subtitle
On
Off
32px
Top
Middle
Bottom

Ketika Cinta Dibayar dengan Hidup Episode 22 - Kostenloses Streaming

Inhalt von Ketika Cinta Dibayar dengan Hidup: Tania Suranta divonis menderita kanker darah berat. Saat mencari donor yang cocok, ia justru mendapati fakta kejam: satu-satunya kecocokan miliknya telah diambil oleh suaminya, Zavin Indrawana, untuk dipakai dalam proyek riset demi mendapatkan dana dari seorang konglomerat. Lebih menyakitkan lagi, Tania menyaksikan sen...

Sieh Ketika Cinta Dibayar dengan Hidup Episode 22 kostenlos auf Narto Drama.

Siehe die vollständige Episodenliste auf der Detailseite von Ketika Cinta Dibayar dengan Hidup.

Verwandte Tags: #balas dendam, #Perselingkuhan, #Dokter, #Romansa Modern, #Drama Pembalikan Nasib, #Kisah Cinta Pilu

Weitere Dramen

frontend.common.loading