النابغة من ساحة الخردة
64 ตอน
Bima Wijaya, kehilangan orang tuanya, hidup sebatang kara. Ia bertemu dan ditampung oleh pemulung tua Prakoso Susilo. Di Lapak Barang Bekas, kakek itu menemaninya belajar. Bima mengingat pesan neneknya bahwa 'buku bekas menyimpan jalan', ia belajar giat, dan berhasil menjadi Lulusan Terbaik se-Provinsi dalam ujian masuk perguruan tinggi. Lapak Barang Bekas itu dipenuhi kehangatan dan kebaikan.