Narto Drama
Apoya a Narto Drama con una suscripción sin anuncios. Haz clic aquí para suscribirte.
0:00 0:00
Terlahir kembali dan berhasil menaklukkan hati pamanku
Episodio 41 de 80
Terlahir kembali dan berhasil menaklukkan hati pamanku
Terlahir kembali dan berhasil menaklukkan hati pamanku
Reproducibles: 80 | Total BD: 80
Di kehidupan lalu, Sandy jatuh cinta kepada Calvin, paman angkatnya. Ketika pamannya terkena obat perangsang, Sandy tidak memilih untuk menelepon Gina mantan kekasihnya Calvin, tetapi dia memilih untuk mengorbankan dirinya untuk membantu pamannya. Sebulan kemudian, Sandy hamil. Dengan terpaksa Calvin harus menikahinya. Namun di luar dugaan di hari pernikahan mereka, Gina diculik. Calvin menyalahkan Sandy atas kematian Gina. Dan saat Sandy mengalami persalinan yang sulit, Calvin menolak untuk membawanya ke rumah sakit, sebaliknya dia justru menyaksikan Sandy dan anaknya mati dengan menderita. Ketika mata Sandy terbuka lagi, ternyata waktu telah berputar kembali ke saat dimana Calvin masih berada di bawah pengaruh obat perangsang tersebut. Dan kali ini dia memilih untuk menelepon Gina lalu berencana untuk memulai kehidupan baru yang berbeda.
Subtitle
On
Off
32px
Top
Middle
Bottom

Terlahir kembali dan berhasil menaklukkan hati pamanku Episodio 41 - Streaming gratis

Sinopsis de Terlahir kembali dan berhasil menaklukkan hati pamanku: Di kehidupan lalu, Sandy jatuh cinta kepada Calvin, paman angkatnya. Ketika pamannya terkena obat perangsang, Sandy tidak memilih untuk menelepon Gina mantan kekasihnya Calvin, tetapi dia memilih untuk mengorbankan dirinya untuk membantu pamannya. Sebulan kemudian, Sandy hamil. Dengan terpaksa Calvin harus menikahinya....

Mira Terlahir kembali dan berhasil menaklukkan hati pamanku episodio 41 en Narto Drama gratis.

Consulta la lista completa de episodios en la página de detalle de Terlahir kembali dan berhasil menaklukkan hati pamanku.

Etiquetas relacionadas: #kelahiran kembali, #Serangan Balik, #Ketegangan, #Patah Hati, #Cinta Rumit

Más dramas

frontend.common.loading