غضب القائد الأعلى
83 Episode
Bara Wijaya pulang kampung, menyaksikan istrinya, Aulia Sanjaya, dan putranya, Bima Wijaya, dijatuhkan nasi kotaknya oleh Silvia Gunawan, yang meminta ganti rugi. Bara Wijaya menderita PTSD parah dan tidak boleh marah. Ia mencoba menenangkan, namun dipaksa berlutut oleh Silvia Gunawan, yang bahkan menghantam istrinya dengan botol. Ketika istrinya jatuh, PTSD-nya meledak seketika, dan matanya menjadi merah darah.