Perang Nuklir di Peradaban Kuno
69 ตอน
#Perjalanan Waktu
#Dewa Perang
#Balik dari Kekalahan
#Kisah Pemuas Hati
#Kesadaran
#Drama Pembalikan Nasib
#Perisai Plot
#Bersemangat
#Yang tidak diunggulkan
#Bangsawan Istana
#Kisah Sejarah
Arya Wijaya, prajurit khusus modern, setelah gugur dalam tugas bertransmigrasi menjadi Pangeran Ketiga yang dianggap tidak berguna di Dinasti Pradakan. Di awal hidup barunya, ia dijebak bersama oleh Pangeran Sulung Bima Wijaya dan Rury, adik dari tunangannya, serta dituduh melakukan pelecehan tidak senonoh. Arya kemudian membangkitkan Gudang Senjata Militer modern miliknya untuk melawan balik Bima.
Utusan Kerajaan Wonu datang membawa senapan sumbu untuk menantang Dinasti Pradakan. Pangeran Sulung Bima meremehkan musuh dan kalah dalam pertempuran. Arya maju ke depan untuk menjaga martabat negara. Kerajaan Wonu penuh ambisi, mereka percaya senapan sumbu membuat mereka tak terkalahkan di dunia. Dengan alasan utusan mereka terbunuh, mereka mengirim pasukan menyerang Pradakan, dan perang pun pecah.
Arya mengerahkan tank terlebih dahulu, kemudian pesawat tempur dan kapal induk, satu per satu menggagalkan niat jahat Wonu untuk memusnahkan bangsa Pradakan. Di pertempuran penentuan akhir, Arya bahkan meluncurkan bom nuklir yang memusnahkan Kerajaan Wonu sepenuhnya dan meratakan banyak pulau di wilayah itu.